KH Afifudin Dimyathi Jelaskan Tiga Peran Besar Syekh Kholil Bangkalan

Foto adalah hasil screenshot video dokumentasi Seminar Virtual Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil

Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Afifudin Dimyathi menjelaskan tiga peran besar Syaikh Kholil Bangkalan dalam bidang agama, pesantren, dan negara. Pertama, dalam bidang agama, Syaikh Kholil sebagai rujukan ulama Indonesia bahkan dunia serta menjadi penghubung ulama Indonesia dan Haramain. Gus Awis, sapaan akrabnya mengatakan Syaikh Kholil berhasil melahirkan ulama sekaligus pemimpin besar di berbagai keahlian seperti Kiai Hasyim Asy’ari yang terkenal di bidang hadits, Kiai Wahab Chasbullah dalam pergerakan politik dan negara, Kiai Bisri Syansuri dalam bidang fiqih, dan Kiai Romli dalam bidang tasawuf.

“Inilah kelebihan Syaikh Kholil dalam keilmuan agama yang didistribusikan kepada para santrinya,” kata Gus Awis saat menjadi narasumber dalam acara seminar nasional bertajuk Sejarah Turots Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, Senin (7/6).

Ia menyebutkan Syaikh Kholil sosok yang sangat peduli terhadap penyebaran ilmu keagamaan. Hal ini ditunjukkan dari tulisan Syaikh Kholil di berbagai bidang seperti tauhid, fiqih, nahwu shorof, tajwid, tafsir, dan akhlak.

Selain itu, sambungnya, Syaikh Kholil telah menghubungkan jaringan intelektual Indonesia dan Haramain seperti Syekh Khotib Syambas yang kemudian keilmuan dari guru-guru Haramain itu disebarkan di Indonesia. Kedua, dalam dunia pesantren. Gus Awis menyatakan jaringan pesantren di Nusantara sebagian besar intisab (ikrar) kepada Pesantren Syaikhona Kholil. Tidak hanya itu berkat Syaikh Kholil hingga kini pesantren mampu bertahan di segala zaman meskipun menghadapi berbagai tantangan.

Gus Awis juga mengungkapkan kontribusi Syaikh Kholil dalam mengembangkan kurikulum pesantren. “Sebelum tahun 1888 masehi kurikulum pesantren tidak ada yang mencolok. Namun, setelah ada karya Syaikh Nawawi, Syaikh Khotib Syambas dan Syaikh Mahfud Termas yang dibawa dan diajarkan Syaikh Kholil ke Indonesia menjadi desain baru pada kurikulum pesantren,” jelasnya.

Dalam merekatkan pesantren dan tasawuf, Syaikh Kholil intisab (ikrar) kepada Syekh Khotib Syambas melalui baiat Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandi dan bisa diterima di berbagai pesantren. “Ini menandakan bahwa tasawuf menjadi amaliah yang bisa diterima,” ujarnya.

Ketiga, peranan Syaikh Kholil dalam kehidupan negara banyak melahirkan santri yang menjadi pejuang bahkan ditetapkan menjadi pahlawan. “Secara langsung kita tidak bisa melihat perjuangan Syaikh Kholil dalam kemerdekaan tahun 1945 karena ia wafat tahun 1925. Tetapi, kontribusi dalam perjuangan kemerdekaan sangat jelas dan nampak,” ucap Gus Awis.

Bukti otentiknya adalah tulisan tangan yang terekam dalam berbagai macam manuskrip Hubbul wathan minal iman yang menunjukkan benang merah perjuangan Syaikh Nawawi Al Bantani saat mengecam penjajahan dan kolonialisme Indonesia kemudian dilanjutkan oleh Syaikhona Kholil.

Syaikhona juga sangat memberi pengaruh kepada para muridnya termasuk ketika Soekarno dan HOS Tjokroaminoto datang ke kediaman Syaikh Kholil. Gus Awis mengisahkan, saat itu di hadapan Soekarno, Syaikh Kholil berkata bahwa Soekarno akan menjadi tokoh besar.

“Ini menjadi mata rantai persambungan antara usaha Syaikh Kholil dalam mewujudkan kemerdekaan di negeri ini,” tegasnya.

Penulis : Suci Amaliyah
Sumber: https://www.nu.or.id/

turots.id

turots.id

Related Posts

Masjid Muammar Syaikhona Muhammad Kholil Lajing Arosbaya

MasjidMasjid Muammar Syaichona Moh Cholil Bangkalan terletak di Desa Banyuajuh Desa Lajing Arosbaya. Masjid ini merupakan masjid binaan dari Syaichona Moh Cholil Bangkalan. Syaichona membangun masjid muammar bersama warga sekitar sebagai sarana dakwah Islamiyah di wilayah tersebut pada tahun 1341 H. Dikisahkan, bahwa Syaichona Moh Cholil sering setiap satu minggu atau satu bulan sekali mendatangi

Riset Tentang Jaringan Intelektual Di Dunia Pesantren, Peneliti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Berkunjung Ke Lajnah Turots Syaikhona Kholil

Peneliti sejarah dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Muhammad Ali Tohir, bertamu ke Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil di Jl. Raya Martajasah Bangkalan, pada Kamis, 09 September 2021. Agenda tersebut dalam rangka penelitian tentang jaringan intelektual bidang linguistik Arab di Dunia Pesantren, yang secara khusus merujuk kepada Kitab Alfiyah Ibnu Malik sebagai

Pameran Sejarah dan Turots Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan Ditunda

PRESS RELEASEPENUNDAAN PELAKSANAAN PAMERAN & PENGALIHAN SEMINAR DAN FGD DALAM JARINGAN: Jejak Sejarah dan Manuskrip Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan:Eksistensi dan Keberlanjutan Untuk Peradaban Bangkalan, 6 Juni 2021. Sehubungan dengan kondisi Covid 19 di Kabupaten Bangkalan yang terus meningkat serta akses masuk dan keluar Madura yang sangat terbatas, bersama ini kami Panitia dari Lajnah Turost Ilmi

Pameran Sejarah dan Turots Syaikhona; Potret Sumbangsih Syaikhona terhadap Peradaban Ilmu Bangsa dan Dunia

Pameran Sejarah, Karya, dan Turots Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan akan segera digelar pada Senin (07/06) di Hotel Ningrat Bangkalan oleh tim Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan “Sebenarnya, untuk persiapan materi, kami bukan hanya mempersiapkan sejak dua atau tiga bulan yang lalu, melainkan mulai dari jauh-jauh hari, sepanjang bulan, sepanjang tahun, atau bahkan sejak

Terbaru, Lajnah Turots Temukan Naskah Tahlil Syaikhona Kholil 1959

Penelusuran Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan tentang segala bentuk jejak intelektual dan keagamaan Syaikhona Kholil terus berlanjut. Terbaru, Lajnah Turots melalui Lora Usman Hasan kembali menemukan anggitan Syaikhona Muhammad Kholil yaitu sebuah naskah tahlil dalam bentuk sebuah buku kecil layaknya kitab-kitab tahlil di masyarakat. Kitab Tahlil Syaikhona Muhammad Kholil dengan ukuran kira-kira 10×12.5

Menjelang Ramadhan, Halaqah Turots Syaikhona Kholil akan Jeda Hingga Syawal

Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, seperti biasa, menyelenggarakan kegiatan rutin Halaqah Turots Syaikhona Muhammad Kholil pada setiap malam Kamis Kliwon. Malam ini (24/03) bertempat di sisi selatan Masjid Pasarean Syaikhona Muhammad Kholil Martajasah Bangkalan, pada malam Kamis 11 Sya’ban 1442 H, adalah kali ke delapan rutinan Kliwonan ini berjalan. Dua kitab karangan Syaikhona

Sekilas Tentang Rutinan Halaqah Turots Syaikhona Kholil

Halaqah Turots Syaikhona Muhammad Kholil merupakan kegiatan rutin ilmiah yang diselenggarakan oleh Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan. Halaqah ini diselenggarakan setiap malam kamis Kliwon bertempat di Masjid Pasarean Syaikhona Muhammad Kholil di Masjid Martajasah Bangkalan. Kitab yang saat ini dijadikan materi kajian adalah dua kitab karya Syaikhona Kholil yang telah diterbitkan oleh Lajnah

Masjid Muammar Syaikhona Muhammad Kholil Lajing Arosbaya

MasjidMasjid Muammar Syaichona Moh Cholil Bangkalan terletak di Desa Banyuajuh Desa Lajing Arosbaya. Masjid ini merupakan masjid binaan dari Syaichona Moh Cholil Bangkalan. Syaichona membangun masjid muammar bersama warga sekitar sebagai sarana dakwah Islamiyah di wilayah tersebut pada tahun 1341 H. Dikisahkan, bahwa Syaichona Moh Cholil sering setiap satu minggu atau satu bulan sekali mendatangi

Riset Tentang Jaringan Intelektual Di Dunia Pesantren, Peneliti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Berkunjung Ke Lajnah Turots Syaikhona Kholil

Peneliti sejarah dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Muhammad Ali Tohir, bertamu ke Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil di Jl. Raya Martajasah Bangkalan, pada Kamis, 09 September 2021. Agenda tersebut dalam rangka penelitian tentang jaringan intelektual bidang linguistik Arab di Dunia Pesantren, yang secara khusus merujuk kepada Kitab Alfiyah Ibnu Malik sebagai

Pameran Sejarah dan Turots Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan Ditunda

PRESS RELEASEPENUNDAAN PELAKSANAAN PAMERAN & PENGALIHAN SEMINAR DAN FGD DALAM JARINGAN: Jejak Sejarah dan Manuskrip Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan:Eksistensi dan Keberlanjutan Untuk Peradaban Bangkalan, 6 Juni 2021. Sehubungan dengan kondisi Covid 19 di Kabupaten Bangkalan yang terus meningkat serta akses masuk dan keluar Madura yang sangat terbatas, bersama ini kami Panitia dari Lajnah Turost Ilmi

Pameran Sejarah dan Turots Syaikhona; Potret Sumbangsih Syaikhona terhadap Peradaban Ilmu Bangsa dan Dunia

Pameran Sejarah, Karya, dan Turots Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan akan segera digelar pada Senin (07/06) di Hotel Ningrat Bangkalan oleh tim Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan “Sebenarnya, untuk persiapan materi, kami bukan hanya mempersiapkan sejak dua atau tiga bulan yang lalu, melainkan mulai dari jauh-jauh hari, sepanjang bulan, sepanjang tahun, atau bahkan sejak

Terbaru, Lajnah Turots Temukan Naskah Tahlil Syaikhona Kholil 1959

Penelusuran Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan tentang segala bentuk jejak intelektual dan keagamaan Syaikhona Kholil terus berlanjut. Terbaru, Lajnah Turots melalui Lora Usman Hasan kembali menemukan anggitan Syaikhona Muhammad Kholil yaitu sebuah naskah tahlil dalam bentuk sebuah buku kecil layaknya kitab-kitab tahlil di masyarakat. Kitab Tahlil Syaikhona Muhammad Kholil dengan ukuran kira-kira 10×12.5

Menjelang Ramadhan, Halaqah Turots Syaikhona Kholil akan Jeda Hingga Syawal

Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, seperti biasa, menyelenggarakan kegiatan rutin Halaqah Turots Syaikhona Muhammad Kholil pada setiap malam Kamis Kliwon. Malam ini (24/03) bertempat di sisi selatan Masjid Pasarean Syaikhona Muhammad Kholil Martajasah Bangkalan, pada malam Kamis 11 Sya’ban 1442 H, adalah kali ke delapan rutinan Kliwonan ini berjalan. Dua kitab karangan Syaikhona

Sekilas Tentang Rutinan Halaqah Turots Syaikhona Kholil

Halaqah Turots Syaikhona Muhammad Kholil merupakan kegiatan rutin ilmiah yang diselenggarakan oleh Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan. Halaqah ini diselenggarakan setiap malam kamis Kliwon bertempat di Masjid Pasarean Syaikhona Muhammad Kholil di Masjid Martajasah Bangkalan. Kitab yang saat ini dijadikan materi kajian adalah dua kitab karya Syaikhona Kholil yang telah diterbitkan oleh Lajnah