Manuskrip Kuno Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan Ditemukan di Jepara

Salah satu manuskrip kitab Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan tersimpan rapi di Jepara Jawa Tengah. Tepatnya di Desa Sinanggul Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara Jawa Tengah.

Kitab tulisan tangan Syaikhona Muhammad Kholil ini menjadi warisan turun-temurun yang terjaga di keluarga dzurriyah Kiai Nawawi Mlonggo, yang tak lain adalah santri Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan.

Pada Senin (10/02/2020) Lajnah Turats Ilmi Syaikhona Kholil Bangkalan, datang ke Mlonggo Jepara untuk meninjau langsung keberadaan manuskrip kuno tersebut. Sebelumnya, Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Kholil yang diprakarsai langsung oleh dzurriyah Syaikhona Kholil telah menemukan sekitar 17 manuskrip kitab Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan. Dengan demikian, manuskrip Jepara ini adalah temuan ke 18 yang telah dihimpun oleh Lajnah Turots Ilmi Syaichona Moh Cholil Bangkalan.

Tentang Manuskrip Jepara, Kitab yang ditemukan di Jepara ini adalah tulisan Syaikhona Muhammad Kholil yang merupakan kumpulan empat kitab yaitu; Matan Alfiyah Ibnu Malik, Matan Nadhom Nuzhatut Thullab, Matan Nadhom Al-Jazariyah, dan Matan Nadzom Tuhfatul Athfal.

Masing-masing kitab dilengkapi dengan dua hal penting dari Syaikhona, yaitu; Makna Jawa Pegon yang sekaligus menjadi syarah (keterangan penjelas atas redaksi kitab) sekaligus disertai catatan kaki (taqrirat).

Empat judul kitab dalam satu kumpulan manuskrip ini ditulis secara lengkap, kecuali judul kitab yang terakhir; Matan Nadzhom Tuhfatul Athfal. Kitab yang membahas tentang ilmu tajwid ini ditulis tidak lengkap, yaitu hanya empat nadzom saja. Keseluruhan manuskrip terdiri dari 146 halaman. Alfiyah Ibnu Malik sebanyak 122 halaman, lalu kitab Nadzam Nuzhat at-Thullab sebanyak 8 halaman, kemudian Nadham Jazariyah (Ilmu Tajwid al-Qur’an) sebanyak 14 halaman dan Nadham Tuhfat al-Athfal yang hanya terdiri dari empat bait nadham dalam 1 halaman.

Kitab ini pada mulanya adalah milik Raden Zain Bangkalan, sebelum akhirnya dimiliki oleh Mbah Nawawi Jepara. Hal itu sebagaimana keterangan tulisan Syaikhona Kholil di akhir kitab Alfiyah Ibnu Malik berikut:

باسم الولد ردين حج محمد زين بن رادين دماغ سغاساري كبونن مدوره بغكالن فتح الله عليه وجعله من الصالحين بحق رمضان

“atas nama anak; Raden Haji Muhammad Zain bin Raden Damang Singosari Kebunan Madura Bangkalan. Semoga Allah memberi futuh kepadanya dan menjadikannya bagian dari orang-orang sholih dengan haq Ramadhan”

Para cucu Kiai Nawawi sendiri tidak tahu bagaimana ceritanya si Mbah Nawawi memiliki kitab tulisan tangan sang Mahaguru Ulama Nusantara tersebut. Yang jelas bahwa Kiai Nawawi itu pernah mondok di Bangkalan kepada Syaikhona Mohammad Kholil.

Di sisi lain, tidaklah sedikit manuskrip-manuskrip Syaikhona Kholil yang ditemukan di keluarga santri-santri yang pernah mondok di pesantren asuhan Syaikhona Mohammad Kholil.

Selain memiliki kesamaan bentuk tulisan (khat) dengan manuskrip-manuskrip lain dari Syaikhona Kholil, dalam manuskrip yang ada di Jepara, pun juga tertulis keterangan tentang selesainya penulisan kitab tersebut di tangan Syaikhona Kholil; yaitu pada tanggal 03 Ramadhon 1314 H., serta keterangan tahun lahirnya Syaikhona Kholil Bangkalan Madura yaitu 1252 H., sebuah penulisan keterangan yang sering dilakukan oleh Syaikhona Kholil yang juga terdapat dalam manuskrip lainnya.

Leave a Reply

Physical Address

304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124