Manuskrip Syaikhona Kholil

Ini adalah bagian awal dan terakhir dari teks berisi penjelasan rukun iman dan islam dalam sebuah manuskrip yang dinisbatkan kepada Syailhona Kholil Bangkalan.

Terbaca: Tamma wa kamula hadzal kitab an-nafi likullin minath thullab biyadil/ ‘abdidz dzalil Muhammad Kholil bin Abdil lathif gafara Allah/ dzunubahu wa satara fid daraini uyubahu/ kana dzalika lailatal arbi’a’/ tsalatsa ‘asyar madhot/ min syahri romadhon/ 1308.

Telah selesai kitab yang bermanfaat ini bagi para murid, (ditulis) dengan tangan hamba yang hina Muhammad Kholil bin Abdul Latif. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menutup, di dunia dan akhirat, aib-aibnya. Selesainya itu pada rabu malam 13 hari lewat bulan ramadhan 1308.

Jika diubah ke tahun masehi yaitu tanggal 22 April 1891 ketika beliau berusia 71 tahun. Ini bukti bahwa beliau masih menulis kitab diusia yang sepuh.

Beliau pastinya juga dalam kondisi akal dan ruhani yang prima untuk menulis kitab diusia itu.

Terima kasih kepada Pak Samidi Khalim yang telah memberikannya, dan beberapa manuskrip yang dinisbatkan kepada Syaikhona Kholil lainnya, kepada saya.

Satu masukan, ukuran fotonya yang terlalu kecil membuatnya pecah jika diperbesar. Hasilnya, banyak teks, terutama bagian catatan pinggir, yang tidak terbaca.

Untuk Syaikhona Kholil lahul fatihah.

Nur Ahmad

Nur Ahmad

Alumnus Master’s Vrije Universiteit Amsterdam dan Dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang.

Related Posts

Mengunjungi Lajnah Turots, Sayyid Basim: Kakek Saya Berteman dengan Syaikh Kholil

Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil dikunjungi oleh Dr. Sayyid Basim bin Abdullah Al-Atthos dari Madinah Al Munawwarah. Beliau disambut oleh Ketua Lajnah, Lora Usman Hasan di Kantor Lajnah di komplek Pesarean Syaikhona Muhammad Kholil Martajasah, serta didampingi oleh Ketua Aswaja Center Jawa Timur, KH. Ma’ruf Khozin. Sayyid Basim bertanya banyak tentang Syaikhona Muhammad Kholil, khususnya tentang hubungan Syaikhona dengan saadah Alawiyah.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Mengunjungi Lajnah Turots, Sayyid Basim: Kakek Saya Berteman dengan Syaikh Kholil

Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil dikunjungi oleh Dr. Sayyid Basim bin Abdullah Al-Atthos dari Madinah Al Munawwarah. Beliau disambut oleh Ketua Lajnah, Lora Usman Hasan di Kantor Lajnah di komplek Pesarean Syaikhona Muhammad Kholil Martajasah, serta didampingi oleh Ketua Aswaja Center Jawa Timur, KH. Ma’ruf Khozin. Sayyid Basim bertanya banyak tentang Syaikhona Muhammad Kholil, khususnya tentang hubungan Syaikhona dengan saadah Alawiyah.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.