Mbah Nawawi Mlonggo Jepara, Empunya Manuskrip Kitab Syaikhona Kholil

Dari sekian banyak data manuskrip karangan Syaikhona Kholil Bangkalan yang telah ditemukan, satu diantaranya ditemukan di Jawa Tengah, tepatnya di Desa Sinanggul Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Pada Senin (10/02/2020) beberapa waktu yang lalu. Tim Lajnah Turots Ilmi Syaichona Mohammad Kholil Bangkalan datang ke Mlonggo Kabupaten Jepara Jawa Tengah untuk meninjau langsung keberadaan manuskrip kuno tersebut.

Adalah kitab tulisan tangan Syaikhona Kholil yang dimiliki oleh Kiai Nawawi Mlonggo Jepara Jawa Tengah.

Kiai Nawawi merupakan salah satu santri Syaikhona Kholil Bangkalan. Konon ketika hendak nyantri kepada Mbah Kholil di Bangkalan Madura, Mbah Nawawi tidak langsung diterima oleh sang Guru. Maksud hati ingin nyantri, Mbah Nawawi malah diusir oleh Syaikhona Kholil, sebuah sikap di luar nalar yang akrab dijumpai dalam kisah-kisah Mbah Kholil Bangkalan. Akan tetapi sikap kesungguhan dan ketangguhan membuat Mbah Nawawi pantang menyerah. Beliau tetap bersikukuh untuk nyantri meskipun disuruh pulang oleh Mbah Kholil.

Berulangkali diusir, Mbah Nawawi tetap enggan beranjak dari pesantren asuhan Maha Guru Ulama Nusantara itu. “Mbah Kholil mau ngajar itu bahkan tidak jadi gara-gara ada Mbah Nawawi ini” tutur salah satu cucu Mbah Nawawi ketika menceritakan perihal kakeknya.

Karena kesungguhan Mbah Nawawi, akhirnya Syaikhona Kholil berkenan menerimanya menjadi santri dengan syarat Mbah Nawawi bersedia membuat tambak ikan bandeng di tepi laut untuk Syaikhona Kholil. Tentu ujian itu bukan perkara yang susah bagi Mbah Nawawi demi niat mulia nyantri kepada Mbah Kholil Bangkalan. Permintaan sang guru pun disanggupinya dengan khidmat oleh Mbah Nawawi.

Begitulah awal mula Kiai Nawawi nyantri di Bangkalan sehingga tidak heran jika kemudian beliau mendapatkan kemuliaan dari Allah Swt. dan menjadi penyebar ilmu agama di tengah-tengah masyarakat. Bahkan salah satu ulama besar Jawa Tengah, yaitu Kiai Ma’shum Lasem yang juga santri Syaikhona Kholil Bangkalan, sebelum mondok ke Bangkalan terlebih dahulu berguru kepada Mbah Nawawi Mlonggo Jepara itu.

Mbah Nawawi termasuk salah seorang kiai yang diberi anugerah umur panjang. Beliau wafat pada usia yang sangat sepuh yaitu 127 tahun. Bahkan di usia yang begitu senja itu, kondisi penglihatan Mbah Nawawi sudah tidak  bisa melihat lagi hingga kemudian ada peristiwa ajaib dialami beliau. Suatu ketika Mbah Nawawi bermimpi didatangi Syaikhona Kholil lalu diusaplah penglihatan Mbah Nawawi oleh sang Guru. Ajaibnya, seusai terbangun dari mimpi tersebut dengan seizin Allah swt. penglihatan Kiai Nawawi kembali normal. Kiai Nawawi wafat pada tahun 1960. Makam beliau terletak di Komplek Makam Danus Desa Sinangggul Kecamatan Mlonggo Jepara Jawa Tengah.

Mufti Shohib

Mufti Shohib

Santri Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Demangan Barat Bangkalan

Related Posts

Mengunjungi Lajnah Turots, Sayyid Basim: Kakek Saya Berteman dengan Syaikh Kholil

Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil dikunjungi oleh Dr. Sayyid Basim bin Abdullah Al-Atthos dari Madinah Al Munawwarah. Beliau disambut oleh Ketua Lajnah, Lora Usman Hasan di Kantor Lajnah di komplek Pesarean Syaikhona Muhammad Kholil Martajasah, serta didampingi oleh Ketua Aswaja Center Jawa Timur, KH. Ma’ruf Khozin. Sayyid Basim bertanya banyak tentang Syaikhona Muhammad Kholil, khususnya tentang hubungan Syaikhona dengan saadah Alawiyah.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Mengunjungi Lajnah Turots, Sayyid Basim: Kakek Saya Berteman dengan Syaikh Kholil

Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil dikunjungi oleh Dr. Sayyid Basim bin Abdullah Al-Atthos dari Madinah Al Munawwarah. Beliau disambut oleh Ketua Lajnah, Lora Usman Hasan di Kantor Lajnah di komplek Pesarean Syaikhona Muhammad Kholil Martajasah, serta didampingi oleh Ketua Aswaja Center Jawa Timur, KH. Ma’ruf Khozin. Sayyid Basim bertanya banyak tentang Syaikhona Muhammad Kholil, khususnya tentang hubungan Syaikhona dengan saadah Alawiyah.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.