Liputan

Liputan

Liputan

Liputan

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Kajian

Kajian

Napak Tilas

Napak Tilas

Syaikhona Kholil dan Pengalaman Fana’

bahwa Syaichona Kholil pernah mendapat keistimewaan ketika berzikir yang mana keistimewaan ini dalam tradisi tarekat Naqsyabandi disebut lathifatul akhfa dan dianggap sebagai derajat zikir tertinggi. Maka wajar saja jika Syaichona Kholil Bangkalan sudah sampai ke taraf ekstase dan maqam fana’.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Sejarah

Sejarah

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Kajian

Kajian

Kajian

Syaikhona Kholil dan Pengalaman Fana’

bahwa Syaichona Kholil pernah mendapat keistimewaan ketika berzikir yang mana keistimewaan ini dalam tradisi tarekat Naqsyabandi disebut lathifatul akhfa dan dianggap sebagai derajat zikir tertinggi. Maka wajar saja jika Syaichona Kholil Bangkalan sudah sampai ke taraf ekstase dan maqam fana’.

Kajian

Kajian

Kajian

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Sekilas Tentang Rutinan Halaqah Turots Syaikhona Kholil

Halaqah Turots Syaikhona Muhammad Kholil merupakan kegiatan rutin ilmiah yang diselenggarakan oleh Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan. Halaqah ini diselenggarakan setiap malam kamis Kliwon bertempat di Masjid Pasarean Syaikhona Muhammad Kholil di Masjid Martajasah Bangkalan. Kitab yang saat ini dijadikan materi kajian adalah dua kitab karya Syaikhona Kholil yang telah diterbitkan oleh Lajnah

Rapat Evaluasi Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil Berlangsung Interaktif

Bangkalan, Ahad, 14/03/2021 – Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan mengadakan rapat evaluasi kinerja. Rapat evaluasi tersebut bertempat di dhelem Lora Zainul Arifin Zubair, Kramat Tikus, Jl. Hos Cokro Aminoto Gg II Demangan Barat Bangkalan Rapat dipimpin langsung oleh Lora Usman Hasan, Ketua Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan “Banyak pencapaian-pencapaian tim turots

Risalah Rihlah Jaringan Keilmuan Syaikhona Kholil Madura di Tatar Sunda (4)

MAKAM KH. ZAENAL ARIF (W. 1939) DAN KH. AHMAD ADZRA’I SUKARAJA GARUT: SYAIKHUL ALFIYYAH IBN MALIK DI TATAR SUNDAT Tujuan muhibah berikutnya dalam rihlah sejarah jaringan keilmuan Syaikhona Kholil Bangkalan Madura di Tatar Sunda adalah makam Kiyai Zaenal Arif dan menantunya, Kiyai Ahmad Adzra’i, di Pesantren Sukaraja, Garut. Jaringan keilmuan Pesantren Sukaraja Garut terhubung dengan

Risalah Rihlah Jaringan Keilmuan Syaikhona Kholil Madura di Tatar Sunda (3)

MAKAM SAYYID ABDULLAH B. SHADAQAH B. ZAINI DAHLAN (W. 1941) DI KARANGPAWITAN GARUT —————————————————- Destinasi kegiatan muhibah ziarah sejarah jaringan keilmuan Syaikhona Kholil Bangkalan Madura di Tatar Sunda berikutnya adalah makam Sayyid Abdullah b. Shadaqah b. Zaini Dahlan yang terdapat di Ciparay Girang, Karangpawitan, Garut, Jawa Barat. Bagaimana Syaikhona Kholil Bangkalan (w. 1925) bisa terhubung

Kematian, Menurut Syaikhana Kholil dan Kaum Sufi

Risalah Isti’dad Al-Mawt  Selayaknya kaum sufi, Syaikhana Kholil memiliki perhatian khusus pada kematian. Terbukti dengan ditulisnya sebuah risalah kecil berjudul isti’dad al-mawt fi al-hatstsi ala zikri al-mawt wa fiqhi al-janazah yang diterbitkan oleh Lajnah Turots Al-Ilmi Bangkalan. Risalah ini memuat pentingnya mengingat kematian, mempersiapkan bekal, bagaimana mentajhiz jenazah, tata cara shalat jenazah, tata cara talqin

Menafsirkan Tasbih, Tongkat dan Ayat Sebagai Simbol Kesufian

[avatar user=”Abdul Mun im Cholil Lc M Ag” /] Saat kiai As’ad diutus Syaikhana Khalil mengantarkan tongkat dan tasbih yang dikalungkan ke lehernya menuju Tebuireng Jombang, seraya membaca ayat (QS. Ṭāha: 17-23) ada pesan simbolik yang tidak hanya bisa dibaca sebagai perlambangan tentang restu untuk pendirian NU sekaligus simbol persatuan dan kekuatan NU di masa

Syaikhona Kholil dan Dlomir Mustakin

Pernah, suatu hari Syaikhona Kholil -seperti biasa- menemui sejumlah tamu yang sowan kepada beliau untuk meminta petunjuk dalam hidupnya dan tentunya mengharap ‘barokah’ dari sang wali tersebut, karena pada masanya beliau adalah ulama rujukan bagi orang Madura atau mungkin tanah Jawa. Singkat cerita, ketika para tamu pamit pulang mereka -seperti biasa- satu persatu ‘nyungkem’ dan

Sayyidul Istighfar; Cara Baca Versi Syaikhona Kholil

sesuai dengan i’rob (cara baca) yang disampaikan oleh Syaikh Ibrohîm al-Bâjuri dalam kitabnya Hâsyiyah al-Bâjuri ‘Ala Fathi al-Qorîb, Juz 01, Halaman 75 (bab solat istisqâ’). Kedua lafadz tersebut dibaca nashob, karena menjadi sifat dari lafadz jalalah (اللهَ) sebelumnya yang juga dibaca nashob. Ini menunjukkan betapa teliti dan mendalamnya penguasaan ilmu nahwu Syaikhona Kholil.

Konsep Tawakal Syaikhana Kholil di Balik Perahu ‘Sarimuna’

Setelah gencar berdakwah, Syaikhana berhasil membangun puluhan masjid di sepanjang kota Bangkalan hingga Sampang. Syaikhana juga membangun banyak pesantren yang kelak diwariskan pada anak-cucunya. Namun ada satu pesan simbolik penuh makna, yaitu Syaikhana juga sempat membuat sebuah perahu yang diberi nama Sarimuna yang hingga kini masih terjaga sebagai monumen di samping masjid yang dibangunnya di kawasan Telaga Biru-Bangkalan. Perahu ini menjadi pesan simbolik bahwa dakwah harus berjalan beriring dengan ekonomi yang stabil.

Ketika Syaikhona Kholil “Disalahkan” Santrinya

Pada saat itu, Syaikhona Kholil mengajar santri-santrinya kitab Jurumiyah, memang cukup jarang untuk zaman sekarang jika seorang ‘kiai besar’ yang mulang ‘kitab kecil’ layaknya Jurumiyah karena berbagai aspek. Selain Syaikhona yang terkenal dengan berbagai macam karomahnya, beliau adalah seorang allamah, ahli fiqh, ahli nahwu, dan bidang Syariat Islam lainnya sehingga tak jarang menjawab permasalahan fiqh

Manuskrip Syaikhona Kholil

Ini adalah bagian awal dan terakhir dari teks berisi penjelasan rukun iman dan islam dalam sebuah manuskrip yang dinisbatkan kepada Syailhona Kholil Bangkalan. Terbaca: Tamma wa kamula hadzal kitab an-nafi likullin minath thullab biyadil/ ‘abdidz dzalil Muhammad Kholil bin Abdil lathif gafara Allah/ dzunubahu wa satara fid daraini uyubahu/ kana dzalika lailatal arbi’a’/ tsalatsa ‘asyar

Liputa

Liputan

LifeStyle

Napak Tias

Napak Tias

Napak Tias

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Travel

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

c

Kajian

Kajian

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Kajian

Kajian

Kajian

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Latest

Latest

Latest

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Sekilas Tentang Rutinan Halaqah Turots Syaikhona Kholil

Halaqah Turots Syaikhona Muhammad Kholil merupakan kegiatan rutin ilmiah yang diselenggarakan oleh Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan. Halaqah ini diselenggarakan setiap malam kamis Kliwon bertempat di Masjid Pasarean Syaikhona Muhammad Kholil di Masjid Martajasah Bangkalan. Kitab yang saat ini dijadikan materi kajian adalah dua kitab karya Syaikhona Kholil yang telah diterbitkan oleh Lajnah

Rapat Evaluasi Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil Berlangsung Interaktif

Bangkalan, Ahad, 14/03/2021 – Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan mengadakan rapat evaluasi kinerja. Rapat evaluasi tersebut bertempat di dhelem Lora Zainul Arifin Zubair, Kramat Tikus, Jl. Hos Cokro Aminoto Gg II Demangan Barat Bangkalan Rapat dipimpin langsung oleh Lora Usman Hasan, Ketua Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan “Banyak pencapaian-pencapaian tim turots

Risalah Rihlah Jaringan Keilmuan Syaikhona Kholil Madura di Tatar Sunda (4)

MAKAM KH. ZAENAL ARIF (W. 1939) DAN KH. AHMAD ADZRA’I SUKARAJA GARUT: SYAIKHUL ALFIYYAH IBN MALIK DI TATAR SUNDAT Tujuan muhibah berikutnya dalam rihlah sejarah jaringan keilmuan Syaikhona Kholil Bangkalan Madura di Tatar Sunda adalah makam Kiyai Zaenal Arif dan menantunya, Kiyai Ahmad Adzra’i, di Pesantren Sukaraja, Garut. Jaringan keilmuan Pesantren Sukaraja Garut terhubung dengan

Risalah Rihlah Jaringan Keilmuan Syaikhona Kholil Madura di Tatar Sunda (3)

MAKAM SAYYID ABDULLAH B. SHADAQAH B. ZAINI DAHLAN (W. 1941) DI KARANGPAWITAN GARUT —————————————————- Destinasi kegiatan muhibah ziarah sejarah jaringan keilmuan Syaikhona Kholil Bangkalan Madura di Tatar Sunda berikutnya adalah makam Sayyid Abdullah b. Shadaqah b. Zaini Dahlan yang terdapat di Ciparay Girang, Karangpawitan, Garut, Jawa Barat. Bagaimana Syaikhona Kholil Bangkalan (w. 1925) bisa terhubung

Kematian, Menurut Syaikhana Kholil dan Kaum Sufi

Risalah Isti’dad Al-Mawt  Selayaknya kaum sufi, Syaikhana Kholil memiliki perhatian khusus pada kematian. Terbukti dengan ditulisnya sebuah risalah kecil berjudul isti’dad al-mawt fi al-hatstsi ala zikri al-mawt wa fiqhi al-janazah yang diterbitkan oleh Lajnah Turots Al-Ilmi Bangkalan. Risalah ini memuat pentingnya mengingat kematian, mempersiapkan bekal, bagaimana mentajhiz jenazah, tata cara shalat jenazah, tata cara talqin

Menafsirkan Tasbih, Tongkat dan Ayat Sebagai Simbol Kesufian

[avatar user=”Abdul Mun im Cholil Lc M Ag” /] Saat kiai As’ad diutus Syaikhana Khalil mengantarkan tongkat dan tasbih yang dikalungkan ke lehernya menuju Tebuireng Jombang, seraya membaca ayat (QS. Ṭāha: 17-23) ada pesan simbolik yang tidak hanya bisa dibaca sebagai perlambangan tentang restu untuk pendirian NU sekaligus simbol persatuan dan kekuatan NU di masa

Syaikhona Kholil dan Dlomir Mustakin

Pernah, suatu hari Syaikhona Kholil -seperti biasa- menemui sejumlah tamu yang sowan kepada beliau untuk meminta petunjuk dalam hidupnya dan tentunya mengharap ‘barokah’ dari sang wali tersebut, karena pada masanya beliau adalah ulama rujukan bagi orang Madura atau mungkin tanah Jawa. Singkat cerita, ketika para tamu pamit pulang mereka -seperti biasa- satu persatu ‘nyungkem’ dan

Sayyidul Istighfar; Cara Baca Versi Syaikhona Kholil

sesuai dengan i’rob (cara baca) yang disampaikan oleh Syaikh Ibrohîm al-Bâjuri dalam kitabnya Hâsyiyah al-Bâjuri ‘Ala Fathi al-Qorîb, Juz 01, Halaman 75 (bab solat istisqâ’). Kedua lafadz tersebut dibaca nashob, karena menjadi sifat dari lafadz jalalah (اللهَ) sebelumnya yang juga dibaca nashob. Ini menunjukkan betapa teliti dan mendalamnya penguasaan ilmu nahwu Syaikhona Kholil.

Konsep Tawakal Syaikhana Kholil di Balik Perahu ‘Sarimuna’

Setelah gencar berdakwah, Syaikhana berhasil membangun puluhan masjid di sepanjang kota Bangkalan hingga Sampang. Syaikhana juga membangun banyak pesantren yang kelak diwariskan pada anak-cucunya. Namun ada satu pesan simbolik penuh makna, yaitu Syaikhana juga sempat membuat sebuah perahu yang diberi nama Sarimuna yang hingga kini masih terjaga sebagai monumen di samping masjid yang dibangunnya di kawasan Telaga Biru-Bangkalan. Perahu ini menjadi pesan simbolik bahwa dakwah harus berjalan beriring dengan ekonomi yang stabil.

Ketika Syaikhona Kholil “Disalahkan” Santrinya

Pada saat itu, Syaikhona Kholil mengajar santri-santrinya kitab Jurumiyah, memang cukup jarang untuk zaman sekarang jika seorang ‘kiai besar’ yang mulang ‘kitab kecil’ layaknya Jurumiyah karena berbagai aspek. Selain Syaikhona yang terkenal dengan berbagai macam karomahnya, beliau adalah seorang allamah, ahli fiqh, ahli nahwu, dan bidang Syariat Islam lainnya sehingga tak jarang menjawab permasalahan fiqh

Manuskrip Syaikhona Kholil

Ini adalah bagian awal dan terakhir dari teks berisi penjelasan rukun iman dan islam dalam sebuah manuskrip yang dinisbatkan kepada Syailhona Kholil Bangkalan. Terbaca: Tamma wa kamula hadzal kitab an-nafi likullin minath thullab biyadil/ ‘abdidz dzalil Muhammad Kholil bin Abdil lathif gafara Allah/ dzunubahu wa satara fid daraini uyubahu/ kana dzalika lailatal arbi’a’/ tsalatsa ‘asyar