Sayyidul Istighfar; Cara Baca Versi Syaikhona Kholil

Sayyidul istighfâr merupakan bentuk istighfar yang paling utama dan sering dibaca oleh masyarakat awam, terlebih dalam momen-momen tertentu, seperti setelah pembacaan khutbah nikah, setelah solat, dan istighâsah. Karena memang selain bentuk istighfâr disabdakan langsung oleh nabi Muhammad, faedahnya juga sangat besar sebagaimana dijelaskan dalam hadis;

من قال : ” أستغفر الله العظيم الذي لآ إله إلا هو الحي القيوم وأتوب إليه” غفرت ذنوبه وإن كان قد فر من الزحف. أخرجه أبو داود والترمذي والحاكم، وقال حسن صحيح على شرط البخاري ومسلم

“Orang yang membaca; Astaghfiru Allâh al-‘Adzîma al-Ladzî Lâ Ilâha Illâ Huwa al-Hayya al-Qoyyûma Wa Atûbu Ilaihi. Dosa-dosanya diampuni meski pernah lari dari medan perang (berbuat dosa besar”. (HR. Abu Daûd, at-Tarmidzî dan al-Hâkim)

Sîghot (bentuk) yang beredar di masyarakat, yâ’ dalam lafadz al-Hayyu (الْحَيُّ) dan mîm dalam lafadz al-Qoyyûmu (الْقَيُّوْمُ) sebagaimana berikut:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfiru Allâh al-‘Adzîma al-Ladzî Lâ Ilâha Illâ Huwa al-Hayyu al-Qoyyûmu Wa Atûbu Ilaihi.

Namun Syaikhona Kholil dalam salah satu kitabnya yang berjudul Isti’dâdul Maut halaman 05, dengan jelas memberi harkat fathah kedua huruf tersebut. Sehingga dibaca sebagaimana berikut:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfiru Allâh al-‘Adzîma al-Ladzî Lâ Ilâha Illâ Huwa al-Hayya al-Qoyyûma Wa Atûbu Ilaihi.

Hal ini sesuai dengan i’rob (cara baca) yang disampaikan oleh Syaikh Ibrohîm al-Bâjuri dalam kitabnya Hâsyiyah al-Bâjuri ‘Ala Fathi al-Qorîb, Juz 01, Halaman 75 (bab solat istisqâ’). Kedua lafadz tersebut dibaca nashob, karena menjadi sifat dari lafadz jalalah (اللهَ) sebelumnya yang juga dibaca nashob. Ini menunjukkan betapa teliti dan mendalamnya penguasaan ilmu nahwu Syaikhona Kholil.

Mukhtar Syafa'at

Mukhtar Syafa'at

Asisten Direktur Aswaja Center NU Bangkalan

Related Posts

Mengunjungi Lajnah Turots, Sayyid Basim: Kakek Saya Berteman dengan Syaikh Kholil

Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil dikunjungi oleh Dr. Sayyid Basim bin Abdullah Al-Atthos dari Madinah Al Munawwarah. Beliau disambut oleh Ketua Lajnah, Lora Usman Hasan di Kantor Lajnah di komplek Pesarean Syaikhona Muhammad Kholil Martajasah, serta didampingi oleh Ketua Aswaja Center Jawa Timur, KH. Ma’ruf Khozin. Sayyid Basim bertanya banyak tentang Syaikhona Muhammad Kholil, khususnya tentang hubungan Syaikhona dengan saadah Alawiyah.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.

Mengunjungi Lajnah Turots, Sayyid Basim: Kakek Saya Berteman dengan Syaikh Kholil

Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil dikunjungi oleh Dr. Sayyid Basim bin Abdullah Al-Atthos dari Madinah Al Munawwarah. Beliau disambut oleh Ketua Lajnah, Lora Usman Hasan di Kantor Lajnah di komplek Pesarean Syaikhona Muhammad Kholil Martajasah, serta didampingi oleh Ketua Aswaja Center Jawa Timur, KH. Ma’ruf Khozin. Sayyid Basim bertanya banyak tentang Syaikhona Muhammad Kholil, khususnya tentang hubungan Syaikhona dengan saadah Alawiyah.

Bertamu Ke Lajnah Turots, Balitbang Kemenag RI Berharap Ada MoU

Kepada peneliti Balitbang Kemenag itu Lora Utsman menginformasikan sekitar 32 manuskrip karya Syaikhona Muhammad Kholil. Jumlah itu jauh lebih banyak dari temuan yang dilakukan peneliti Balitbang beberapa tahun sebelumnya yang hasilnya dikodifikasi dalam buku kalatog Naskah Keagamaan Madura.